Dunia Maya November 20, 2006
Posted by pengemistuhan in Blogroll.add a comment
Alam semesta ini tidak lestari dan dapat musnah. Ia senantiasa berubah. Esok hari ia tidak sama seperti sekarang. Di dunia ini tak ada satupun yang tetap. Ia merupakan negeri malaikat Ulmaut, dan ibarat rumah yang terbuat dari pasir,ia sewaktu-waktu dapat hancur.
Segala sesuatu yang kita lihat disini pada suatu hari akan musnah. Semua benda di alam semesta ini berumur pendek. Raja, panakawan, rumah, istana, orang-orang yang menghuninya, semua benda duniawi, emas perak dan mereka yang memakainya, tubuh ini, pakaian, pria maupun wanita, semuanya akan musnah. Orang telah melupakan Tuhan karena keterlibatan benda-benda duniawi itu. Disitu tidak ada seorangpun yang patut kita kasihi. Banyak orang telah pergi, banyak lagi yang sedang pergi, dan yang lain tengah bersiap-siap untuk pergi. “Harta, benda, istri, rumah dan segala sesuatu yang lain tidak akan menemani kita. Camkanlah itu”
“Setiap hari kita melihat orang meninggalkan dunia ini, tetapi kita berharap bahwa kita akan hidup untuk selamanya. Adalah yang lebih ganjil dari pada itu”
“Engkau adalah tamu untuk semalam, tetapi berharap untuk tinggal berabad-abad lamanya;Rumah dan harta benda yang kaulihat adalah bagaikan bayangan pohon yang selalu berpindah tempat.
Tetapi kita tetap saja asik di alam semesta ini. Harta dan benda, istri dan rumah kita bukanlah mikik kita, dan tiada satupun yang dapat dibawa pada saat kita meninggalkan dunia ini. Jadi, mengapa kita begitu mencintai mereka? Kita menyia-nyiakan waktu yang tak ternila harganya untuk benda-benda yang harus kita tinggalkan, dan tidak menghiraukan apa yang dapat menemani kita. Tubuh yang datang bersama-sama dengan kita, tidak akan menemani kita. Bentuk dan umurnya tidak akan tetap sama. Bagaimana kita dapat mengandalkan semua benda dan hubungan yang berkaitan dengan tubuh ini? Persoalannya adalah bagaimana kita menilai kehidupan itu sendiri, Kita harus selalu mencamkan apa yang benar-benar ingin kita ketahui dan cita-cita apa yang ingin kita capai. Orang yang selalu mengingat maut akan tetap bebas dari belenggu dunia dan tidak dapat melakukan perbuatn yang buruk.
Hidup manusia merupakan kesempatan untuk bertemu dengan Tuhan. Orang yang tidak membaktikan diri kepada Tuhan, ia menyia-nyiakan hidupnya. Hidup manusia adalah langka, jangan menyia-nyiakannya, manfaatkanlah dia untuk berbakti kepada Tuhan. Dalam tubuh yang fana ini, hanya jiwalah yang sejati dan kekal, dan kita harus memeliharanya dengan penuh pengabdian.