Apa Yang Kita Inginkan? February 15, 2007
Posted by pengemistuhan in Ceramah Rohani.add a comment
Kita menginginkan segala sesuatu di kehidupan ini. Kita ingin uang yang banyak untuk memuaskan segala kemewahan dan kenyamanan hidup. Kita ingin rumah yang besar dan indah, kita ingin mobil, kita ingin keluarga yang bahagia, pasangan hidup yang mengasihi dan patuh kepada kita, anak – anak yang berharga. Kita ingin kelihatan cantik, kulit yang mulus dan badan yang sehat. Kita ingin pintar dan rajin. Kita ingin mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang layak serta seorang Bos yang sabar dan mengerti akan diri kita. Kita ingin usaha kita tumbuh dan berkembang serta memiliki karyawan yang mempunyai dedikasi tinggi dan pekerja keras. Kita ingin menjaga keluarga, khususnya kedua orang tua karena kita mecintainya dan ingin agar mereka hidup dengan nyaman. Kita ingin agar anak – anak kita mendapatkan pendidikan yang terbaik. Kita ingin agar Satguru memperhatikan, bicara dan memperhatikan diri kita secara khusus. Kita ingin di cintai dan dikasihi. Kita ingin kedamaian dan kebahagiaan untuk diri kita sendiri dan juga untuk seluruh dunia. Semua keinginan kita tidak ada habisnya. Kita berpikir bahwa dengan memenuhi segala keinginan, kita akan mencapai kedamaian yaitu suatu kebahagiaan dan kesenangan untuk mana kita mencarinya terus menerus. Para suci dan mistik mengatakan kepada kita bahwa tiada seorangpun yang akan dapat memiliki kedamaian dan kesenangan di dunia maya ini dimana tidak ada kesengan bercampur dengan penderitaan.
Para Suci di setiap jaman telah mengatakan bahwa jiwa adalah sinar dari cahaya Tuhan, tetesan dari lautan kedamaian dan kebahagian yang maha luas dari mana ia telah di berangkatkan dalam kurun waktu yang begitu lama. Sejak berpisah, jiwa tidak mengetahui apa-apa tentang kesedihan dan penderitaan di dunia maya ini. Tiada seorangpun yang benar – benar bahagia di dalam penjara lingkaran dari kelahiran dan kematian.
Jiwa, telah turun kedalam tubuh pisik ini, dan terikat erat dengan pikiran yang mencintai kesenangan indera yang akhirnya membuatnya benar-benar menjadi budak dari indera itu sendiri. Jiwa telah merosot dari keaslian dan kemurniannya, dimana begitu banyak kotoran yang mengelilinginya sehingga jiwa benar-benar melupakan keasliannya, dan sebagai hasilnya jiwa menderita dari kesengsaraan, khayalan dan kesusahan. Setiap orang mencari kebahagiaan, namun bila mencarinya di alam kesenangan dan benda-benda duniawi, itu justru akan membawa dan mendatangkan lebih banyak penderitaan. Orang tidak dapat menemukannya karena mereka tidak mencarinya di tempat dimana semestinya dapat di temukan. Para Suci memberi nasehat bahwa Tuhan adalah satu-satunya sumber dari kebahagian abadi. Tetesan mendapatkan kebahagiaan hanya bila berstu kembali dengan lautannya.
Ketika Jiwa memasuki bentuk manusia untuk pertama kalinya, jiwa menikmati dari luas dan ramainya dari dunia ini. Dunia dengan kesenangan inderawi ini begitu mempesonakan, dan ada begitu banyak hal yang dapat di lihat, dilakukan, dan di alami. Para suci mengatakan bahwa jiwa dapat turun dalam banyak kelahiran, menikamati kesenangan inderawi dengan sedikit atau tanpa memahami sesuatu yang lebih tinggi.