Ketenangan March 1, 2007
Posted by pengemistuhan in Ceramah Rohani.trackback
APAKAH KITA BISA MENDAPATKAN KETENANGAN
Pernikahan merupakan peristiwa yang menyenangkan dan meriah dalam hidup, namum bila pasangan kita suka bertengkar, tidak ramah dan galak, maka ketegangan dan percekcokan yang timbul dapat benar-benar mengubah seisi rumah menjadi neraka. Begitupun juga, kedatangan seorang angota keluarga yang baru merupakan saat yang menggembirakan; pesta di adakan untuk menjamu teman dan sanak keluarga, dan sedekah dibagikan kepada yang miskin. Tetapi, seperti pengalaman sering kali menunjukkan, anak yang sama kemudian dapat menjadi sumber penderitaan bila ia jatuh sakit, bila ia menjadi seorang pemboros, bila ia di panggil pulang oleh Tuhan.
Kadang-kadang orang mencari ketenangan dan kebahagiaan dalam berbagai jabatan kewenangan dan kekuasaan. Bila sedang berada di puncak, para pemimpin politik mendapat sanjungan dan penghormatan. Pawai diadakan untuk menghormati mereka. Pujian bagi mereka disiarkan dalam surat kabar maupun dari atas mimbar, dan mereka merasa di awang-awang. Tetapi kita juga tahu apa yang terjadi bila mereka kehilangan kekuasaan. Pemimpin yang sama kemudian menghadapi cercaan dan hinaan dari rakyat yang sama. Sering kali mereka menjadi sasaran peluru atau dijebloskan ke dalam penjara. Nama mereka kemudian menjadi haram dan mereka direndahkan dan dihinakan dengan segala cara. Sehinga, tempat yang tadinya mmenjadi sumber kesenangan dan kebahagiaan bagi mereka, kemudian berubah menjadi neraka dan maut dan kehancuran.
Yang pasti, kebanyak orang mencari kebahagiaan dan kesenangan dengan jalan mengumpulkan harta. Mereka bekerja siang malam dan mengurbankan banyak prinsip dalam usaha yang tidak terpuji ini. Tetapi, mereka akan segera sadar bahwa kekayaan dan kebahagiaan tidak sinonim. Kesedihan yang tidak terperikan akan tersirat pada wajah mereka bila timbunan harta mereka mulai berkurang, karena uang mulai mengalir ke kantung para dokter untuk pengobatan berbagai macam penyakit, atau ke dalam dompet sang pengacara bila mereka terlibat dalam perkara pengadilan yang panjang yang menghabiskan banyak biaya, sehingga tubuh mereka merana.
Ada juga beberapa orang yang mencari kesenangan dengan jalan minum anggur, wiski, dan dengan jalan makan daging, ikan dan unggas. Itu memang dapat memuaskan selera mereka; itu kelihatannya enak dan lezat, tetapi hal tersebut seringkali mengakibatkan mereka harus masuk rumah sakit atau rumah perawatan, dan kadang –kadang mereka bahkam harus masukpenjara hingga mereka harus bekerja keras.
Pertanyaan tentu timbul mengapa ketenangan dan kebahagiaan dalam dunia ini begitu semu. Tuhan telah membuat susunan dunia ini dari jalinan suka dan duka. Dalam ‘lembah air mata ini’ dimana setiap mawar mempunyai duri, maka setiap kesenangan bercampur deangan penderitaan, tidak ada seorangpun yang mengatakan bahwa ia hanya mengecap kebahagiaan yang murni, dan tidak ada seorangpun yang nasibnya hanya
Comments»
No comments yet — be the first.