jump to navigation

Tujuan Seorang Pencari Kebenaran July 17, 2006

Posted by pengemistuhan in Kebenaran Sejati.
add a comment

Apakah Tuhan itu? Apakah Dia sungguh-sungguh ada? Kekuatan apakah yang menghidupkan alam semesta dan menjalankannya sesuai dengan rencana? Apakah kekuatan itu hidup atau mati? Bila ia mati, bagaimana matahari, bulan dan bintang dapat berputar sesuai dengan hukumnya? Bagaimanakah hubungan kita dengan kekuatan itu? Darimanakah alam semesta ini berasal, kapan ia mewujudkan diri dan bagaimanan itu terjadi? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu selalu dipunyai olesh setiap orang. Berjilid-jilid buku telah di tulis tentang hal itu. Banyak orang masih bertanya Tanya tentang hal itu, tetapi pertanyaan itu tetap tidak terjawab.

Pikiran manusia mampu melambungkan daya khayalnya setinggi langit, namun ia tidak dapat menanggalkan ke ragu-raguannya. Persoalan tentang Tuhan tidak dapat dipahaminya dan manusia tetap tersesat dalam hutan belantara alam inteleknya.

Ada orang theis dan atheis. Menurut para atheis, anggapan adanya Tuhan hanya merupakan rekaan dari para penakut. Itu hanya sekedar mereka jadikan sebagai alasan untuk menyembunyikan ketakutannya, dan sebagai tempat berlindung. Karena Tuhan tidak dapat dilihat dengan teleskop maupun mikroskop, para atheis mengatakan bahwa Ia mustahil ada. Yang tidak percaya maupun yang percaya bahwa Tuhan itu ada karena mereka pernah membaca atau mendengarnya dari orang lain, keduanya tidak bahagia.

Seandainya seseorang berada dalam rumah yang terbakar, yang pertama-tama ia pikirkan adalah bagaimana cara untuk keluar dari rumah itu secepat mungkin sebelum ia menanyakan siapa yang membakar rumah itu dan kapan itu dibakar. Jawaban atas pertanyaan itu dapat di peroleh setelah ia berhasil meloloskan diri dari rumah yang terbakar itu. Begitu juga, kita akan menemukan jawaban atas semua pertanyaan itu setelah kita mencapai tujuan kita. Satu-satunya yang harus kita pikirkan sekarang adalah bagaimana cara mengakhiri belenggu dari keterikatan itu.

Perbuatan apapun yang dilakukan oleh jiwa-jiwa yang telah dikirim ke dunia pralaya (kiamat) ini,hasilnya membentuk nasibnya yang disuratkan oleh Tuhan dengan huruf-huruf yang tak terhapuskan. Sesuai dengan nasib itu, mereka dikirim ke alam-alam yang rendah atau luhur. Itu telah menjadi takdir mereka sebagai hasil perbuatan yang dilakukan dalam kehidupan yang lampau.

Kita tahu bahwa tak terhitung banyaknya jiwa yang menghuni Sat Lokhka, alam roh murni, bebas dari kiamat dan juga di alam-alam lebih rendah yang mengalami kiamat. Karma atau perbuatan lalu manakah yang menyebabkan jiwa-jiwa itu di tempatkan di salah satu alam? Bagaimana alam-alam itu diciptakan? Kapan mereka diciptakan? Jawaban atas semua pertanyaan itu tidak terjangkau oleh intelek kita dan tidak semua orang dapat menemukannya.

Untuk memperoleh kemajuan duniawi, kita wajib mentaati peraturan yang berlaku di masyarakat dan saling bahu membahu sehingga kehidupan bermasyarakat kita tidak goyah. Tata krama kehidupan bermasyarakat itu mencakup peraturan yang menyangkut tubuh, keluarga, kehidupan social, bangsa dan politik. Demikian juga, jalan untuk memperoleh kemajuan rohani dan penghayatan akan Tuhan juga mempunyai hukun-hukum tertentu, dan itu mencangkup pembebasan diri secara total.

Cita-cita seorang pencari kebenaran haruslah luhur. Selama tidak ada cita-cita atau tujuan yang pasti, tidak ada gunanya mengharapkan hasilnya. Bila cita-cita atau tujuannya sudah pasti, maka setiap usaha akan  membawanya lebih dekat kepada tujuannya. Keadaan manusia pada umumnya adalah seperti orang yang diombang-ambingkan oleh arus. Kita mengapung di sungai adat istiadat dunia. Kita mengikuti tradisi yang dilakukan oleh nenek moyang kita. Kita menyia-nyiakan waktu dan ketakhayulan yang berkenaan dengan tubuh. Kita tidak pernah memikirkan tentang kebutuhan lain kecuali kebutuhan tubuh. Kita tidak memikirkan tentang jiwa atau keluh kesahnya. Penting bagi kita untuk meninggalkan kepercayaan yang keliru. Percayailah hal-hal yang benar. Patuhilah pedoman yang benar. Pahamilah kenyataan. Bila anda tidak dapat memahaminya, selidikilah hal itu, sehingga anda dapat mengetahui dengan jelas tempat yang harus anda capai, sehingga tidak ada rintangan yang menghalangi untuk menempuh jalan yang benar. Barang siapa mengikuti jalan yang ditempuh oleh orang lain tanpa mempertimbangkannya, ia akan terlibat dalam ketahayulan. Kemajuannya akan terhenti dan ia tidak akan memperoleh harta rohani. Oleh karena itu untuk mencapai sukses perlu sekali untuk mengingat tujuannya. Tanyakan kepada diri sendiri apa yang anda inginkan. Cita-cita apakah yang anda punyai dalam hidup? Kebanyakan orang tidak mempunyai cita-cita, dan meskipun anda bertemu dengan orang yang mempunyai cita-cita, ia akan menganggap dunia sebagai tujuan akhirnya. Hanya sedikit saja pencari kebenaran yang ada. Amatilah diri anda sendiri. Ingin menjadi apakah anda? Anda memohon harta rohani, tetapi hati anda menginginkan sesuatu yang lain. Akal budi mengatakan bahwa kehidupan rohani itu baik, tetapi sebaliknya pikiran tidak menyenangi kecuali tubuh dan kesenangan jasmani. Bila demikian halnya, bagaimana orang yang berpura-pura menjalani kehidupan rohani itu dapat memperolh sukses? Pertama-tama, anda harus mempunyai cita-cita yang jelas dan kemudian hasrat yang besar untuk mencapai cita-cita itu. Hanya dengan cara demikian maka orang dapat mengharapkan sukses, tetapi untuk memperolehnya anda harus mengurangi kecintaan akan harta, wanita dan dunia.

Dalam bahasa sansekerta, “Kerohanian” berarti Pencapain terluhur. Karena itu orang harus dapat membedakan antara pencapain terluhur dan perolehan biasa. Ia harus menempuh jalan untuk mendapatkan manfaat yang sejati, murni dan paling luhur. Ia harus meninggalkan segala sesuatu yang tidak perlu dan harus mencamkan kebenaran.

Seperti bunga teratai tetap mengapung di atas air sedangkan akarnya berada di dalam air, dan seperti  itik walaupun ia  sering berkecimpung di dalam air dapat terbang dengan sayap yang kering. Manusia mempunyai tubuh jasmani, Ia juga mempunyai pikrian, akal budi dan jiwa. Dengan tubuh ia mengumpulkan harta dan semua kesenangan tubuh. Tubuh di pelihara oleh tubuh, dan pikiran di peilhara dengan pikiran. Tetapi jiwa adalah yang paling berharga dari semua itu. Seorang Satguralah yang dapat mengaruniai pengetahuan tentang jiwa kepada kita.

Mengingat Tuhan dan memuji NamaNya akan memberikan bernacam-macam manfaat, begitulah kata para suci. Semua keinginan, kebodohan dan kekhawatiran akan musnaf dan lingkaran hidup dan mati akan berakhir. Semua niat baik akan terpenuhi. Hati akan dipenuhi dengan kebahagian, kenikmatan dan kesukacitaan. Bunga padama akan merekah dan keakuan akan menghilang. Ketakutan terhadap maut akan terkalahkan dan orang tidak akan masuk neraka. Ia dapat menyebrangui dunia fenomena dengan aman. Tuhan akan terlihat dimana-mana dan dalam segala sesuatu.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.