Meditasi
Dalam sehari ada 24 jam, dan para Suci mengajar kita bahwa bila kita ingin memperoleh kemajuan rohani, maka kita harus membaktikan waktu dua setengah jam setiap harinya untuk meditasi. Itu merupakan zakat kita sebesar sepersepuluh dari seluruh waktu kita guna mengasingkan diri dari dunia dan berbakti untuk menghayati Tuhan.
Teknik yang diajarkan oleh para Satguru, memberikan cara praktis guna menarik perhatian kita ke dalam dan cara untuk memanfaatkan jangka waktu itu setiap harinya guna menunaikan tugas sejati kita.Bila anda menghadap kepada seseorang yang lebih tua atau atasan anda, maka anda tentu dengan penuh hormat dan perhatian, dan pada saat itu anda tentu akan mencegah masuknya ingatan lain apapun ke dalam benak anda. Tetapi bila anda duduk membaktikan diri untuk menghayati Tuhan, berapa banyakkah pikiran dan gagasan bahkan yang tidak murni yang masuk ke dalam benak anda? Alangkah tidak adilnya perlakuan and terhadap Dia! Bagaimana itu dapat dihindari?
Sejak zaman yang tak terbilang lamanya, manusia telah mengembara keluar, mengamati benda-benda di luar dengan indera.
Ada tiga indera yang paling bertanggung jawab atas tertariknya perhatian kita, yaitu lidah, mata dan telinga. Dengan lidah, kita mengulang-ulang pemikiran atau gagasan tentang dunia dan berkomunikasi dengan dunia. Dengan demikian maka kesan-kesan duniawi memasuki pikiran dan intelek kita. Dengan mata, kita melihat benda-benda duniawi dan bentuk-bentuknya terpeta di dalam ingatan kita. Dengan telinga, kita mendengar suara-suara duniawi, dan dengan terus menerus mendengarkannya. Kita menjadi satu denganya.
Mata kita bertanggung jawab atas 83% dari seluruh kesan yang terpeta di dalam ingatan kita, telinga kita 14% dan 3% yang tersisa merupakan jumlah seluruh kesan yang dibentuk oleh indera-indera yang lain. Jika perhatian kita tidak keluar sehingga masuknya bermacam-macam kesan dari luar terhenti, maka dengan pengelihatan rohani, kita dapat menghayati Kenyataan. Karena itualah para Suci senantiasa menkankan bahwa selama Meditasi, kita harus menutup mata dan telinga.
Bila kita ingin menraik kesadaran kita ke dalam, maka ingatan-ingatan duniawi menyerang kita. Itu merupakan kesan-kesan yang selalu masuk melalu iindera. Jadi, persoaalan rumah tangga, kantor, took dan tempat-tempat lain dan juga bentuk dari handai tolan, teman dan lawan yang telah kita lihat itu, memproyeksikan dirinya di atas layar pikiran dan mengganggu konsentrasi. Karena itu, langkah pertama untuk memperoleh kebangkitan rohani adalah menyingkirkan semuanya itu.
Tahap yang kedua adalah menghilangkan kesan-kesan yang telah terpeta di dalm pikiran bawah sadar kita, yaitu yang muncul di hadapan kita secara otomatis. Bila siswa telah melampaui kdua tahapan tersebut, barulah ia dapat memalingkan dirinya ke dalam dan memandang ke dalam.
Kemampuan lidah untuk berbicara harus dilatih untuk melakukan Simran (pengulangan nama Tuhan); kemampuan mata untuk melihat harus digunakan untuk merenungkan bentuk Satguru; dan kemampuan telinga untuk mendengar harus digunakan untuk mendengarkan aliran suara. Ketiga latihan itu sangat penting dan merupakan kunci bagi suksesnya meditasi. Semuanya itu akan dibahas secara terperinci
Ayat-ayat suci menerangkan panjang lebar tentang faedah Meditasi. Bila perjalanan hidup anda penuh dengan kesengsaraan, bila anda tidak mempunyai pertolongan lain, bila musuh-musuh anda menyerang anda habis-habisan; bila semua teman dekat meninggalkan anda, bila semua harapan pudar dan anda mengalami jalan buntu, tetapi bila anda masih mengingat Tuhan, maka anda tidak akan terkena mala-petaka. Tuhan merupakan sumber kekuatan bagi yang lemah, Ia abadi,
Seseorang boleh memerintah banyak kerajaan; ia boleh berkuasa atas daerah yang mahaluas; ia boleh menikmati semua kemewahan; ia boleh memiliki taman dan kebun; ia boleh mempinyai banyak hak istimewa; ia boleh bergelimang dalam kesenangan duniawi; tetapi bila ia tidak mengingat Tuhan, maka dalam kehidupan berikutnya, ia akan menjadi mahluk yang rendah.
Comments»
No comments yet — be the first.